Sohibul Quran

Sohibul Quran
Allahumarhamna bil quran. Allohumaj'al khoiro umri aakhirohu wa khoiro amali khowatimahu wa khoiro ayyami yauma alqokafiihi

Selasa, 26 Maret 2013

SAWURI ( Sawut Onigiri ) Inovasi Pangan Tradisional dengan Kemasan Internasional



SAWURI ( Sawut Onigiri ) Inovasi Pangan Tradisional dengan Kemasan Internasional
Zaman modern sekarang ini banyak masyarakat yang lebih menyukai makanan cepat saji dan praktis. Makanan yang cepat saji sekaligus praktis sangat sesuai dengan kesibukan mahasiswa, pekerja kantor, aktivis sekolah, dan beberapa orang yang sibuk dengan pekerjaan sehingga terkadang melupakan jadwal makan.
Yang menjadi trend pada zaman sekarang adalah banyaknya makanan cepat saji yang lebih cenderung mengarah ke junk food atau makanan sampah yaang tinggi lemak, sodium dan gula. Makanan cepat saji yang ada sekarang lebih banyak ditemukan cenderung meniru dunia barat dimana banyak makanan sejenis tempura, burger, pizza, spagetti, dan lain-lain. Padahal jika ditinjau dari keberadaan makanan cepat saji yang banyak digemari masyarakat tersebut, semakin lama akan semakin melunturkan eksistensi makanan tradisional daerah yang sebenarnya sangat berpotensi untuk tetap laku di pasaran.
Salah satu jenis makanan tradisional yang terlupakan oleh masyarakat adalah sawut. Sawut adalah makanan tradisional khas Jawa yang berbahan dasar parutan kasar singkong. Makanan ini dapat digunakan untuk menggantikan makanan pokok dikarenakan banyak mengandung karbohidrat kompleks, beberapa vitamin dan mineral yang diperlukan tubuh dari singkong.
Pelestarian makanan tradisional memerlukan usaha yang lebih keras dikarenakan akan selalu dikejar dengan perkembangan trend modernisasi dalam masyarakat. Kecenderungan untuk memilih makanan cepat saji dan berkebaratan akan menjadi faktor yang mempercepat melunturnya makanan tradisional di kalangan masyarakat. Padahal pemanfaatan komoditi pangan lokal akan sangat berpengaruh terhadap perekonomian dalam negeri.
Melihat beberapa realita yang telah terpaparkan di atas, diperlukan sebuah terobosan baru untuk memperkenalkan dan mengakrabkan kembali makanan tradisional kepada masyarakat luas. Pengenalan makanan tradisional kepada masyarakat dapat dimulai dengan pengenalan sawut. Sawut merupakan makanan tradisional yang dapat digunakan sebagai pengganti makanan  pokok seperti beras. Pemanfaatan sawut dalam variasi jenis rasa mampu menjadikan alternatif baru dalam mencitrakan makanan tradisional yang lebih memasyarakat. Kemasan yang menarik dan unik juga akan sangat membantu memberikan efek positif pada masyarakat yang tidak akan lagi menganggap bahwa makanan tradisional adalah makanan yang kuno dan ketinggalan zaman.
Inovasi pangan tradisional sawut ini diberi nama SAWURI ( Sawut Onigiri ), yaitu sawut yang dibuat dan dipasarkan dengan kemasan onigiri dengan berbagai pilihan rasa seperti coklat, blueberry, keju, sayur, daging dan ikan. Onigiri adalah sejenis nasi kepal yang berasal dari Jepang yang mulai banyak ditemukan di pasaran. Dengan kemasan onigiri akan lebih praktis dan lebih unik di mata masyarakat. Selain dikemas dengan kemasan onigiri, juga disertakan pesan-pesan dan informasi mengenai kesehatan dan kebudayaan di Indonesia. Informasi yang ditambahkan dalam kemasan akan semakin menambah pengetahuan konsumen dan harapannya akan semakin memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada konsumen. (PKMK yang didanai DIKTI. Ditulis oleh Mariana Ulfa -mahasiswa Ilmu Keperawatan UGM-, dkk).

1 komentar:

  1. Sebagai orang yang cerdas kita harus berinovasi untuk kemajuan diri sendiri maupun negara. Saya sendiri pun saat ini berinovasi, menjadi pengusaha membuat Kemasan Makanan yang diperuntukan untuk pelaanggan menengah ke atas.

    BalasHapus