Selasa, 26 Maret 2013
Keunggulan Singkong
Manfaat Singkong yang Belum Anda Ketahui!
ref : http://forum.kompas.com/alternatif/203131-manfaat-singkong-yang-belum-anda-ketahui.html
Siapa sangka tanaman rakyat satu ini, Singkong, memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Umbi murah meriah yang dikenal sebagai makanan kampung ini patut Anda jadikan makanan pokok. Apa saja khasiatnya?
1. Nutrition and You pernah menulis bahwa singkong memiliki jumlah kalori dua kali lipat dari kentang. Tak heran mengingat singkong merupakan salah satu makanan pokok yang kaya akan karbohidrat. Dalam 100 gram singkong, mengandung 160 kalori, sebagian besar terdiri dari sukrosa.
2. Singkong merupakan sumber vitamin B kompleks dan kelompok vitamin seperti folates, thiamin, piridoksin (vitamin B-6), riboflavin, dan asam pantotenat. Peran riboflavin ini membantu pertumbuhan tubuh dan memproduksi sel darah merah untuk mengurangi anemia.
3. Ingin makanan yang rendah lemak selain sereal dan kacang-kacangan? Konsumsilah singkong! Singkong juga memiliki kandungan protein yang tinggi dibandingkan ubi, kentang dan pisang. Tentu ini cocok bagi Anda yang sedang berlatih daya tahan otot.
4. Singkong mengandung banyak mineral penting bagi tubuh, diantaranya seng, magnesium, tembaga, dan besi. Bahkan jumlah kalium pada singkong cukup memenuhi kebutuhan tubuh.
5. Mengobati berbagai penyakit antara lain reumatik, demam, luka, diare, cacingan, sakit kepala bahkan meningkatkan stamina.
Saat ini tentu singkong bisa diolah menjadi berbagai makanan yang lezat. Contohnya keripik singkong, singkong keju, bahkan kue berbahan dasar singkong. Tentu manfaat singkong akan lebih maksimal bila diolah dengan dikukus atau direbus.
SAWURI ( Sawut Onigiri ) Inovasi Pangan Tradisional dengan Kemasan Internasional
Zaman
modern sekarang ini banyak masyarakat yang lebih menyukai makanan cepat saji
dan praktis. Makanan yang cepat saji sekaligus praktis sangat sesuai dengan
kesibukan mahasiswa, pekerja kantor, aktivis sekolah, dan beberapa orang yang
sibuk dengan pekerjaan sehingga terkadang melupakan jadwal makan.
Yang
menjadi trend pada zaman sekarang adalah banyaknya makanan cepat saji yang
lebih cenderung mengarah ke junk food
atau makanan sampah yaang tinggi lemak, sodium dan gula. Makanan cepat saji
yang ada sekarang lebih banyak ditemukan cenderung meniru dunia barat dimana
banyak makanan sejenis tempura, burger, pizza, spagetti, dan lain-lain. Padahal
jika ditinjau dari keberadaan makanan cepat saji yang banyak digemari
masyarakat tersebut, semakin lama akan semakin melunturkan eksistensi makanan
tradisional daerah yang sebenarnya sangat berpotensi untuk tetap laku di
pasaran.
Salah satu
jenis makanan tradisional yang terlupakan oleh masyarakat adalah sawut. Sawut
adalah makanan tradisional khas Jawa yang berbahan dasar parutan kasar singkong.
Makanan ini dapat digunakan untuk menggantikan makanan pokok dikarenakan banyak
mengandung karbohidrat kompleks, beberapa vitamin dan mineral yang diperlukan
tubuh dari singkong.
Pelestarian
makanan tradisional memerlukan usaha yang lebih keras dikarenakan akan selalu
dikejar dengan perkembangan trend modernisasi dalam masyarakat. Kecenderungan
untuk memilih makanan cepat saji dan berkebaratan akan menjadi faktor yang
mempercepat melunturnya makanan tradisional di kalangan masyarakat. Padahal
pemanfaatan komoditi pangan lokal akan sangat berpengaruh terhadap perekonomian
dalam negeri.
Melihat
beberapa realita yang telah terpaparkan di atas, diperlukan sebuah terobosan
baru untuk memperkenalkan dan mengakrabkan kembali makanan tradisional kepada
masyarakat luas. Pengenalan makanan tradisional kepada masyarakat dapat dimulai
dengan pengenalan sawut. Sawut merupakan makanan tradisional yang dapat
digunakan sebagai pengganti makanan pokok
seperti beras. Pemanfaatan sawut dalam variasi jenis rasa mampu menjadikan
alternatif baru dalam mencitrakan makanan tradisional yang lebih memasyarakat.
Kemasan yang menarik dan unik juga akan sangat membantu memberikan efek positif
pada masyarakat yang tidak akan lagi menganggap bahwa makanan tradisional
adalah makanan yang kuno dan ketinggalan zaman.
Inovasi pangan tradisional sawut ini diberi nama
SAWURI ( Sawut Onigiri ), yaitu sawut yang dibuat dan dipasarkan dengan kemasan
onigiri dengan berbagai pilihan rasa seperti coklat, blueberry, keju, sayur,
daging dan ikan. Onigiri adalah sejenis nasi kepal yang berasal dari Jepang
yang mulai banyak ditemukan di pasaran. Dengan kemasan onigiri akan lebih
praktis dan lebih unik di mata masyarakat. Selain dikemas dengan kemasan
onigiri, juga disertakan pesan-pesan dan informasi mengenai kesehatan dan
kebudayaan di Indonesia. Informasi yang ditambahkan dalam kemasan akan semakin
menambah pengetahuan konsumen dan harapannya akan semakin memperkenalkan
kebudayaan Indonesia kepada konsumen. (PKMK yang didanai DIKTI. Ditulis oleh Mariana
Ulfa -mahasiswa Ilmu Keperawatan UGM-, dkk).
Langganan:
Postingan (Atom)




